LOADING
REMBUG STUNTING TAHUN 2024

Rembug Stunting Tahun 2024

Rembuk stunting Desa merupakan rangkaian pertemuan yang dilakukan Desa dalam rangka membahas hasil perumusan kegiatan melalui diskusi terarah (Focus Group Discussion) untuk membuat membahas dan menetapkan komitmen Desa dalam menetapkan program atau kegiatan pencegahan dan penanganan konvergensi stunting Desa.

Dalam kesempatan Rembug Stunting yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu 3 April 2024, Pemerintah Desa Gubug melakukan kegiatan guna mendukung program pemerintah dalam mencegah gejala stunting. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Perbekel Gubug, BPD Gubug, Ketua dan Pengurus TP PKK Desa Gubug, beserta KPM dan seluruh Kader Posyandu balita dan Remaja Desa Gubug

Rembug Stunting di Desa Gubug merupakan sebuah forum partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat,  lembaga pendidikan, kader kesehatan, serta warga desa secara umum. Tujuan utamanya adalah untuk mendiskusikan permasalahan stunting yang ada di Desa Gubug, mengidentifikasi penyebab-penyebabnya, dan merumuskan langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam RKPDes tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai kegiatan penting yang harus dilakukan untuk mengkonsolidasi usulan-usulan kegiatan berdasarkan data hasil pemetaan di Desa Gubug oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM).  Rembug stunting dilakukan melalui diskusi terarah untuk mendapatkan komitmen desa dan menyepakati kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memastikan konvergensi baik yang akan dilakukan pada tahun berjalan maupun untuk dimasukkan dalam RKPDesa tahun berikutnya. 

Langkah-langkah Strategis  konvergensi penanganan stuting untuk Penyusunan RKPDes 2025

Hasil dari Rembug Stunting Desa Gubug akan menjadi dasar dalam penyusunan RKPDesa tahun 2025.

 Dalam acara tersebut, peserta Rembug Stunting aktif berpartisipasi dalam diskusi dan pemetaan masalah stunting di Desa Gubug Berbagai aspek terkait stunting diperdebatkan dan didiskusikan dengan tujuan mencari solusi yang terbaik. Beberapa topik utama yang dibahas antara lain:

  1. Pendidikan dan pengetahuan gizi: Peserta Rembug Stunting memperdebatkan pentingnya meningkatkan pendidikan dan pengetahuan gizi yang baik, termasuk pemahaman tentang pola makan yang seimbang dan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak. Diskusi ini melibatkan peran lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan.
  2. Ketersediaan pangan berkualitas: Masalah akses terhadap pangan yang berkualitas dan beragam di tingkat rumah tangga menjadi fokus utama dalam diskusi. Peserta Rembug Stunting berusaha mencari solusi untuk memastikan bahwa setiap keluarga di Desa Gubug memiliki akses terhadap pangan yang sehat dan bergizi.
  3. Akses pelayanan kesehatan: Peran bidan desa, pengurus posyandu, dan pelayanan kesehatan di Desa Gubug sangat penting dalam mencegah dan menangani stunting. Diskusi berfokus pada langkah-langkah untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kehamilan dan perawatan anak balita.
  4. Peningkatan sanitasi dan higiene: Peserta Rembug Stunting sepakat bahwa sanitasi dan higiene yang baik merupakan faktor penting dalam pencegahan stunting. Diskusi difokuskan pada langkah-langkah untuk meningkatkan sanitasi di rumah tangga dan lingkungan sekitar, termasuk kampanye kesadaran masyarakat dan pembangunan fasilitas sanitasi yang memadai.

Dari diskusi yang melibatkan semua peserta Rembug Stunting, sejumlah langkah strategis berhasil dirumuskan. Langkah-langkah ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025. Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:

  1. Meningkatkan penyuluhan dan pendidikan gizi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita.
  2. Mengadakan pelatihan bagi ibu-ibu di Desa Gubug dalam hal pemilihan, pengolahan, dan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak.
  3. Mendorong produksi pangan lokal yang berkualitas melalui program pertanian berkelanjutan dan pemberian bantuan kepada petani.
  4. Memperkuat kerjasama antara posyandu, bidan desa, dan rumah sakit setempat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
  5. Melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan higiene, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai.

Melalui Rembug Stunting ini, Desa Gubug menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi masalah stunting dan mencari solusi yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, diharapkan RKPDes tahun 2025 akan mengimplementasikan langkah-langkah strategis yang efektif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di Desa Gubug

@51**

Aparatur Desa Gubug

Aparatur Desa Gubug

NI KADEK SHINTYA DEWI
NI KADEK SHINTYA DEWI

KASI KESEJAHTERAAN

NI MADE ARIANI
NI MADE ARIANI

KASI PELAYANAN

I GST PT NGURAH WISNU ADNYANA  DHARMADI
I GST PT NGURAH WISNU ADNYANA DHARMADI

KASI PEMERINTAHAN

NI PANDE PUTU LINDA NGARANTIKA
NI PANDE PUTU LINDA NGARANTIKA

KAUR KEUANGAN

I PUTU WIDIADNYANA
I PUTU WIDIADNYANA

KAUR TATA USAHA DAN UMUM

I MADE SUMA PRIANDIKA, SP
I MADE SUMA PRIANDIKA, SP

KAWIL BATUSANGIAN

I NYOMAN WIRTANAYA
I NYOMAN WIRTANAYA

KAWIL CURAH

GUSTI GEDE SUMAHARADIKA, ST
GUSTI GEDE SUMAHARADIKA, ST

KAWIL GUBUG BALERAN

GUSTI PUTU HENDRA RATNYANA
GUSTI PUTU HENDRA RATNYANA

KAWIL GUBUG BELODAN

I PANDE AGUS WISNAYA
I PANDE AGUS WISNAYA

KAWIL PANDE

I GUSTI MADE ASTAWA
I GUSTI MADE ASTAWA

KAWIL PENGAYEHAN

I GUSTI AG MADE SURYA BUDIWAN
I GUSTI AG MADE SURYA BUDIWAN

KAWIL TAMAN

I MADE SUARJAYA
I MADE SUARJAYA

KAWIL TONJA

Ir. I NENGAH MAWAN
Ir. I NENGAH MAWAN

PERBEKEL

GUSTI AYU PUTU PARWITAWATI
GUSTI AYU PUTU PARWITAWATI

SEKDES

NI KETUT PUTRI ASIH
NI KETUT PUTRI ASIH

STAFF

NI PUTU YAYUK IDARIYANI
NI PUTU YAYUK IDARIYANI

STAFF

PUTU ADI PRIATAMA
PUTU ADI PRIATAMA

KAUR PERENCANAAN